TANDA-TANDA AWAL PERSELINGKUHAN

Monday, 19 March 2012 11:37 Daniel Ronda
Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

TANYA: Pak, saya punya masalah berkenaan dengan hubungan saya dengan mantan pacar yang sekarang telah menikah. Dia adalah cinta pertama saya begitu juga dia terhadap saya. Tetapi karena waktu itu saya masih kuliah dan suaminya sekarang sudah bekerja dan orang tuanya kaya, maka demi menyelamatkan ekonomi keluarga, mantan pacar saya mengorbankan cintanya kepada saya.

Satu kali tanpa sengaja kami bertemu di satu tempat penjual sate. Ia datang dengan keluarga besarnya dan saya datang berdua dengan anak saya yang bungsu. Dia yang lebih dulu menegur kemudian minta izin kepada suaminya untuk duduk dekat saya dan kami saling bercerita. Ketika saya menanyakan kabar suami dan anak-anaknya, ia mengemukakan kekecewaannya terhadap suaminya yang sangat pencemburu dan sering dipukuli setiap kali mau melakukan hubungan suami-istri. Dia sangat tersiksa dan ingin cerai, tetapi ia sadar dalam pernikahan Kristen, hal itu tidak mungkin. Sayalah yang kemudian menjadi keranjang sampah tempat ia mencurahkan keluhannya baik melalui SMS atau via E-mail.

Saya sering dibantu dalam keuangan bahkan mobil baru yang saya pakai saat ini berupa pinjaman lunak yang dapat dibayar kapan saja. Kami tidak pernah berbicara hanya berdua di tempat sepi. Kami sadar itu berbahaya. Dia juga tidak menuntut macam-macam karena telah membelikan mobil baru untuk saya. Dia hanya memerlukan teman curhat. Tetapi sikap istri di rumah yang akhir-akhir ini sering uring-uringan karena alasan yang kurang jelas, membuat saya lebih senang berada di dekatnya. Mungkin istri saya stres memikirkan biaya pengobatan papanya yang sakit stroke dan sedang dirawat di sebuah rumah sakit, sementara biaya pendidikan anak-anak cukup mahal. Tetapi marah-marah tidak akan menyelesaikan masalah. Mau menjual mobil saya yang baru tidak mungkin, sebab baru dibayar sebagian kecil. Keadaan itu membuat saya merasa nyaman setiap kali ada bersama mantan pacar saya begitupun sebaliknya Apa ini merupakan tanda awal dari perselingkuhan? Mohon jawaban dari Bapak. Terima kasih.

Rd, Jakarta

 

JAWAB:

Prinsip utama jelas “jangan bermain-main dengan api”.Tuhan tidak menghendaki anak-anaknya bermain-main dengan godaan, malahan kita harus lari dan melawan dari godaan Iblis (Efesus 6:11). Dalam hal ini resiko berhubungan dengan mantan pacar sangat besar untuk jatuh karena perasaan cinta yang hilang secara perlahan akan tumbuh kembali. Saat ini memang rasio (akal) masih jalan, di mana Anda sadar status sebagai suami dan dia juga sadar statusnya sebagai istri dari orang lain. Itu sebabnya Anda tidak bertemu dengan dia berduaan di tempat sepi. Namun ada tanda-tanda yang akan mengarah ke sana. Jawabannya jelas, ini tanda awal perselingkuhan. Alasannya ada beberapa. Pertama, dia mulai curhat kepada Anda. Ini sangat berbahaya. Dalam dunia konseling, seorang hamba Tuhan pun bisa jatuh bila dia tidak bisa meresponi curhat dengan benar. Kedua, tambahan keadaan lingkungan orang yang kita kasihi tidak mendukung bisa menjadi alasan untuk menjalin hubungan dengan si mantan pacar. Istri Anda mulai uring-uringan akan terlihat sebagai masalah dia dan bukan masalah “kita”. Anda mulai terganggu dengan sikapnya. Ini tanda-tanda Anda mulai mencari bentuk pembenaran atas tindakan kita untuk tetap berhubungan dengan mantan pacar. Apalagi Anda kemudian mengakui lebih merasa nyaman dengan si dia. Padahal kita tahu semua orang punya masalah. Ketiga, Anda mulai diberi hadiah yang walaupun tidak ada tuntutan, namun Anda sedang mengikat diri secara emosional dengan dia. Ini menyebabkan Anda merasa berhutang budi dan harus mendengar ceritanya dan membalas email dan smsnya. Ini semua akan mengarah ke perselingkuhan dan tinggal menunggu waktu saja.

Caranya untuk mengatasinya adalah mulai berterus terang kepada mantan pacar bahwa hal ini tidak baik untuk berdua baik Anda maupun si mantan pacar, karena masing-masing telah berkeluarga. Anda harus mulai mengurangi pertemuan dan percakapan mulai dibatasi sampai ke titik tidak berhubungan lagi. Hal lainnya, Anda perlu menyampaikan kepada sahabat atau hamba Tuhan yang bisa menjaga rahasia untuk mendoakan dan memantau Anda agar tidak berhubungan dengan si dia lagi. Yang taka kalah penting adalah sampaikanlah permohonan maaf kepada si mantan bahwa hal ini tidak pantas dilakukan sebagai orang yang sudah berkeluarga. Anjurkan si mantan pacar agar mencari hamba Tuhan untuk mendoakan permasalahannya, dan jangan Anda yang menanganinya karena emosi Anda tidak netral.

Last Updated on Wednesday, 21 March 2012 07:59

Events

mengundang

agenda

Twitter


Ads on: Special HTML

Statistik Pengunjung

285856

Alamat

Dr. Daniel Ronda
Jl. Jambrut No. 24 (Kramat VIII)
Kel. Kenari, Kec. Senen
Jakarta Pusat, 10430

Follow me on:

facebook-icon Facebook
twitter-icon Twitter
skype-icon Skype (danielronda67)

Disclaimer

Untuk penggunaan materi di website ini, mohon izin ke penulis via email dan sms HP