Menahan Hawa Nafsu

Friday, 02 March 2012 17:20 Akmal
Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Pertanyaan:

Shalom, saya A, seorang siswa SMA. Saya ingin menanyakan, bagaimana cara untuk menahan hawa nafsu kita saat berpacaran dan sampai di mana batas-batas kita dalam berpacaran?
Dari: 085245070xxxx

Jawab:

Hawa nafsu seks adalah pemberian dari Tuhan, namun hanya bisa digunakan dalam konteks pernikahan. Tidak ada alasan apapun bagi setiap kita untuk menggunakannya selain dalam lembaga pernikahan.

Untuk pergumulan tentang mengendalikan hawa nafsu dalam berpacaran, maka ada beberapa tips yang perlu dilakukan. Pertama, jangan terlalu dini dalam berpacaran. Karena berpacaran adalah suatu persiapan untuk pernikahan. Selalu ingat buka mata lebar-lebar sebelum memutuskan pacaran, terutama mengetahui apakah si dia cinta Tuhan, punya sifat yang baik, dan apakah sudah sesuai dengan mimpi Anda, dan seterusnya. Kedua, batas berpacaran adalah ”no-sex” dan menjaga kekudusan. Artinya tidak ada hubungan seks sebelum pernikahan. Ketiga, dalam berpacaran hendaknya tidak berfokus kepada fisik tetapi kepada percakapan yang berarti. Jangan nonton film porno atau melihat pornografi di majalah atau internet, karena akan merangsang seksualitas Anda secara negatif. Keempat, jangan melakukan di tempat yang tersembunyi tetapi yang dapat dilihat orang. Kelima, ajak ke gereja atau hadiri persekutuan pemuda agar Roh Kudus senantiasa melindungi kalian. Prinsip pacaran, andaikata saya harus putus dengan si dia, maka saya melepaskannya dalam kekudusan. Keenam, beritahu orang tua atau pembina rohani kalau kalian sudah berpacaran sehingga mereka bisa memberikan nasehat dan menjaga kalian.

Pertanyaan 2:

Shalom,
Saya mau konseling masalah seks bebas. Saya seorang wanita Kristen (24) punya pacar. Kami pacaran sudah jalan 3 tahun dan sudah melakukan hubungan seks. Tapi kami menikah 4 tahun lagi karena pacar saya masih kuliah. Yang menjadi pertanyaan bagaimana cara lepas dari hawa nafsu yang semakin mengikat kami karena kami belum sah sebagai pasangan suami isteri (belum diberkati). Tuhan memberkati
Dari: AM, 081344xxxxxx

Jawab:
Jawabannya sama dengan masalah si A di atas tentang bagaimana mengatasi hawa nafsu dalam berpacaran. Cuma bedanya Anda sudah melakukan hubungan seks dalam berpacaran. Kesadaran Anda ini sudah benar, karena Tuhan menghendaki anak-anakNya mengakui kesalahan dan dosa-dosanya di hadapan Tuhan.

Langkah rohani pertama yang perlu diambil adalah Anda berdua harus mencari bimbingan rohani dari seorang hamba Tuhan. Karena penyesalan tanpa ada hamba Tuhan yang membimbing Anda akan terus mengulangnya. Ini akan menjadi perasaan bersalah yang panjang atau sudah mulai kebal terhadap teguran hati nurani Anda.

Kedua, Anda perlu punya kebulatan tekad untuk tidak melakukannya lewat suatu diskusi bersama. Lalu ditindaklanjuti dengan berpacaran yang baik di mana berpacaran tidak di tempat yang tersembunyi dan seterusnya (lihat jawaban A di atas).

Akhirnya,  minta kekuatan ekstra dari Tuhan agar Anda bias melepaskan diri dari masalah ini. Selalu ingat akibat negative yang bias muncul seperti kehamilan di luar nikah dan dampak lainnya bila harus putus, dan banyak efek negatif lainnya.

Last Updated on Saturday, 03 March 2012 13:27

Events

mengundang

agenda

Twitter


Ads on: Special HTML

Statistik Pengunjung

278034

Alamat

Dr. Daniel Ronda
Jl. Jambrut No. 24 (Kramat VIII)
Kel. Kenari, Kec. Senen
Jakarta Pusat, 10430

Follow me on:

facebook-icon Facebook
twitter-icon Twitter
skype-icon Skype (danielronda67)

Disclaimer

Untuk penggunaan materi di website ini, mohon izin ke penulis via email dan sms HP