KOTBAH PEMBUKAAN SIDANG RAYA XI SINODE GKKA 2011

Friday, 09 November 2012 06:23 Daniel Ronda

KOTBAH PEMBUKAAN SIDANG RAYA XI SINODE GKKA 2011

TEMA: TUHAN ITU BAIK KEPADA SEMUA ORANG

MOTTO EWAKO GKKA (BERANI)

Teks - II Samuel 21:15-22

Oleh Pdt. Daniel Ronda

Pendahuluan: Motto SR GKKA Ewako

Ewako: berasal dari kata rewako! artinya beranilah! idiom penyemangat khas Makassar untuk keberanian yaitu berani maju untuk mencapai keberhasilan. Idiom ini menjadi khas untuk PSM juga jika sedang bertanding. Jadi ini idiom khas orang Makassar.

Bila dihubungkan dengan Sidang Raya GKKA, maka tema ini diharapkan menjiwai semangat sidang raya.

Untuk itu saya mengajak kita memperhatikan dan membaca teks 2 Sam 21:5-22.

Nampaknya dlam bagian teks ini ada sedikitnya 4 raksasa yang ganas (6 hasta; 1 hasta=45cm). Daud ternyata bukan orang yang membunuhnya. Tetapi orang-orang yang mengikuti Daudlah yang membunuhnya dan sepertinya mereka melakukannya dengan mudah. Bahkan enteng sekali. Tidak terlalu sulit dan tidak menakutkan.

Apa yang terjadi? Mengapa mereka begitu berani dan dengan mudah mengalahkan para raksasa ini? Kita mencoba menghubungkan bagian ini dengan tujuan keberadaan kita mengikuti SR GKKA ini:

1. Mereka Mengikuti Jejak

Mereka bisa karena sudah ada yang melakukannya terlebih dahulu, yaitu Daud. Saat ini pengikut Daud membunuh raksasa, mereka melakukan hal yang mustahil karena sudah pernah melihat atau mengalami pertolongan Allah, dan mereka yakin bahwa mereka bisa melakukan lagi. Mereka mengikuti jejak terdahulu, yaitu membunuh raksasa.

Tetapi, satu generasi sebelumnya, bangsaIsrael tidak berdaya berhadapan dengan satu raksasa. Ratusan tentara gemetar dan ketakutan menghadapi Goliat. Namun, sekarang Israel membunuh raksasa dengan mudah. Di sini pemimpin harus belajar dari pengalaman dan sejarah. Kita mengikuti jejak masa terdahulu. Karena Allah tidak berubah, kita yakin bahwa dia akan menolong dan bekerja.

Sekarang kita berhadapan dengan raksasa-raksasa. Senjatanya besar, suaranya keras, jumlahnya banyak. Apa yang bisa kita lakukan? Tahukah Saudara di Papua saat ini ada 5 juta pendatang (termasuk suku Tionghoa), Sumatera, Jawa – Sunda, Sulawesi, Kalimantan.

Masih ada 127 suku diatas 10,000 jiwa di Indonesia yang belum punya jemaat suku yang bisa menjangkau sukunya sendiri.

Apakah kita gemetar dan menyerah? Lalu kita hanya sembunyi di balik kesibukan gereja kita? Apa yang dapat menguatkan kita? Jejak sejarah dan pengalaman hamba-hamba Tuhan sebelum kita.

Baca buku Dr Jaffray karangan Jason Linn dan terjemahan Pdt Bun!

Ilustrasi: Dalam buku "Evidence Not Seen"

Percakapan antara Darlene Deibler dengan R,A. Jaffray (Benteng Tinggi-Malino):

"Lassie, ini tugas kita. Ini daerah-daerah yang harus kita masuki jika perang ini selesai. Haah? Waktu perang ini usai?. Baru mulai.—Kemudian saya memandang Dr. Jaffray, lewat kacamata yang baru. Dia cukup tua untuk bermimpi, tapi masih mudah untuk mendapat penglihatan.

Dengan tangannya dia menyentuh peta pulau-pulau yang belum dijangkau, ini pertempuran berikutnya, kata Jaffray. Pulau Natuna dan Anambas, Sumatera, daerah Punan di Kalimantan, Bali yang dipegang kuat oleh musuh. Pintu besinya akan dibuka oleh doa dan iman. Kemudian di menyentuh Pulau Setan, Misool, Papua, Lembah Zwart, Mambramo dan akhirnya Lembah Baliem.

Lassie, ini tugas kita yang belum selesai. Dengarkan, suara di pohon-pohon Itu suara pasukan laki-laki dan permempuan muda yang sedang menyiapkan diri untuk menguasai daerah daerah ini.

"Sekarang kita bunuh raksasa" Kita dapat lakukan yang mustahil, karena Allah telah melakukanya lewat anak-anakNya dulu. Dan kita akan mengikuti jejak-jejak mereka. Tapi bagaimana kalau tidak ada pengalaman membunuh raksasa? Jejaknya tidak kelihatan atau terhapus oleh sejarah? Maka kita masuk yang kedua...

2. Mengingat Janji

Baca: I Sam17:4-7

Pada waktu itu Goliat adalah tokoh yang menakutkan. Sedangkan Daud adalah anak seorang dari desa Efrata (ayat 12). Dia bukan tentara yang hebat, secara fisik biasa, perlengkapannya minim. Dan yang menarik, dia tidak pernah membunuh raksasa. Dengan kata lain, Daud adalah orang biasa,

Tetapi mempunyai pengalaman dengan Allah. Waktu saudaranya ada di medan perang dia menjaga domba, mengarang lagu pujian, dan dia membunuh singa dan beruang.

Di sini walaupun ia minim berperang, Daud melihat gambaran besar. Dalam ayat 26b "Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?" Selanjutnya ayat 47: Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran ini.

Daud memakai senjata yang sederhana, yang teruji, tapi yang bukan senjata biasa. Dia memakai apa yang pernah dipakai, dan walaupun dia tidak pernah membunuh raksasa, dia menggunakan alat yang pernah berhasil.

Kadang-kadang tidak ada metode atau strategi yang berhasil, tapi kita tergerak dan terdorong oleh sebuah janji. Kalau jejak tidak kelihatan, kita harus berpegang pada janji, dan janjiNya tidak akan mengecewakan. Pemimpin harus hidup berdasarkan janji Tuhan.

Wahyu 5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Tuaian akan dikumpulkan, dan Iblis akan jatuh seperti kilat, kemuliaan Allah akan menutupi bumi seperti air laut. Di sini ada janji Tuhan...

Saudara, sebentar lagi Saudara akan mengikuti SR XI GKKA ini dan bersama-sama akan membuat arah untuk masa depan GKKA. Apakah Saudara akan puas dengan hal kecil, seperti menata aturan, membangun gedung gereja, mengadakan acara-acara internal gereja (retreat, Paskah, Natal, pembinaan). Hal yang bagus tetapi hal yang kecil dan aman, atau apakah Anda ada program akan membunuh "raksasa"? Begitu banyak daerah pelayanan yang belum dibuka! Mungkin ini menakutkan, tapi mari hadapi tantangan yang menakutkan dengan mengikuti jejak dan mengingat janji.

Dan yang terakhir adalah...

3. Perjuangan Melawan Raksasa adalah Seumur Hidup

Menarik bahwa walaupun Goliat sudah mati, dan Daud sudah mengalahkannya waktu muda dan terus berhasil mengalahkannya, Daud saat ini sudah tua pun masih menghadapi raksasa. Ini menandakan bahwa perjuangan kita sebagai pelayan/hamba Tuhan tidak boleh kendur dalam perjuangan.

Banyak sekali pemimpin hebat dan baik waktu muda, tapi setelah tua bikin masalah. Mereka sangat dipakai Tuhan dan banyak menyelesaikan masalah gereja, tapi sekarang dia sumber masalah. Mengapa itu terjadi? Karena kita mengendurkan perjuangan. Raksasa begitu banyak di sekitar kita, kita pikir kita sudah cukup. Tidak ada yang kebal dengan perasaaan seperti ini, semua akan kena, karena kita punya kedagingan.

Bagaimana supaya tidak kendur? Maka belajar mengingat dan refleksi pribadi, pertama: siapa-siapa yang Saudara sudah diselamatkan? Kedua, siapa2 yang kepadanya taat Firman bahkan melayani Tuhan lewat pelayanan Sdr? Jadi kembali lagi ke poin 1 dan 2 yaitu ingat jejak sejarah, jejak yang kita buat waktu muda dan janji Tuhan.

Kesimpulan:

Motto keberanian yang diambil dalam SR GKKA kali ini menjadi fokus saya. Dan dikaitkan dengan tema GKKA, Tuhan baik kepada semua orang, maka itu harus ditafsir dalam konteks sejarah berdirinya GKKA yaitu Injil keselamatan harus disampaikan kepada semua orang dan bangsa. Jangan sampai kita kehilangan fokus itu. Dan sudah ada jejak sejarah dan janji Tuhan. Maka sudah saatnya kita menghadapinya dan tidak bisa kendur. Ewako GKKA.

(Sebagian bahan diambil dari dan atas persetujuan Eric Maxey)

Events

mengundang

agenda

Twitter


Ads on: Special HTML

Statistik Pengunjung

285871

Alamat

Dr. Daniel Ronda
Jl. Jambrut No. 24 (Kramat VIII)
Kel. Kenari, Kec. Senen
Jakarta Pusat, 10430

Follow me on:

facebook-icon Facebook
twitter-icon Twitter
skype-icon Skype (danielronda67)

Disclaimer

Untuk penggunaan materi di website ini, mohon izin ke penulis via email dan sms HP