Memelihara Iman

Wednesday, 31 July 2013 00:38 Daniel Ronda

Kotbah di GBI Clarion Makassar, tanggal 28 Juli 2013 by Daniel Ronda

finishTeks: 2Tim 4:7-8

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Pendahuluan

Bagaimana membuat kesimpulan hidup? Pernahkah kita membuatnya? Bagaimana mengukur hidup seseorang disebut berhasil? Apakah Sukses? Jawab Tuhan dalam firmanNya tentang kunci keberhasilan hidup adalah perjuangan dalam memelihara iman.

Paulus mendapatkan wahyu Allah menjelang kematiannya. Ia mendapatkan mutiara tentang arti sukses kehidupan. Intinya adalah bagaimana memelihara iman di tengah ukuran sukses yang begitu banyak

Apa itu memelihara iman?

Ada 3 kata penting dalam tulisan Paulus: mengakhiri pertandingan dengan baik (teks bahasa Inggris fight good fight), telah mencapai garis akhir (finish the race), dan telah memelihara iman. Tapi makna teks fokus kepada pernyataan memelihara iman dengan memakai 2 gambaran yaitu dengan perjuangan dan pertandingan sebagai penjelasan tentang bagaimana memelihara iman.

Memelihara iman adalah memercayai Tuhan di dalam segala hal, di mana percaya kepadaNya dalam segala hal. Dan dalam memelihara iman, kita melakukannya dengan sepenuh hati di mana kata dan tindakan menyatu. Kita memercayai Yesus dalam perkataanNya, kuasaNya dan karyaNya secara menyeluruh dan itu diperjuangkan dalam kehidupan hari lepas hari.

Bagaimana memelihara iman?

1. Memelihara Iman dengan Perjuangan

Mari kita pakai metafora yang pertama yaitu fight a good fight. Paulus memakai gambaran memelihara iman dengan tinju alias boxer. Menjadi petinju itu berat dan tidak mudah. Harus ada perjuangan. Latihan dan terus ada pengalaman bertanding. Melewati luka, bahkan dipukul KO dan latihan yang tidak ringan. Dan jika dikaitkan dengan iman, maka jelas ini berbicara tentang beratnya menjaga iman itu. Ada kesukaran, penyakit, aniaya, dan berbagai bentuk kesusahan lainnya.

2. Bertahan Sampai Akhir

Metofora yang kedua adalah soal pertandingan lari di mana kemenangan itu terjadi bila mengakhiri garis sampai akhir (finish the race) . Di sini bicara iman itu membutuhkan daya tahan atau endurance, juga kesetiaan sampai akhir. Iman tidak bisa asal-asalan atau setengah-setengah.

3. Mengenal Siapa Musuh Kita

Kita tahu siapa musuh kita dan melawan balik (lihat gambaran pertama soal perjuangan). Ada 2 musuh kita:

a) diri kita sendiri yaitu kedagingan kita

b) Iblis dan kuasa kegelapan (Ef 6:10-20)

Mengenal untuk mengetahui tipu dayanya dan bagaimana melawan musuh-musuh yang menghancurkan iman

Kesimpulan

Sukses hidup adalah kemampuan memelihara iman. Jaminan diberikan: Tuhan Yesus memberikan kita kemenangan. Namun memelihara iman itu tidak mudah di mana ada perjuangan dan harus bertahan sampai akhir untuk mendapatkan mahkota, dan sadar akan perjuangan kita adalah perjuangan semumur hidup. Layak diperjuangkan karena ada kuasa penyertaanNya.

Events

mengundang

agenda

Twitter


Ads on: Special HTML

Statistik Pengunjung

221426

Alamat

Dr. Daniel Ronda
Jl. Jambrut No. 24 (Kramat VIII)
Kel. Kenari, Kec. Senen
Jakarta Pusat, 10430

Follow me on:

facebook-icon Facebook
twitter-icon Twitter
skype-icon Skype (danielronda67)

Disclaimer

Untuk penggunaan materi di website ini, mohon izin ke penulis via email dan sms HP