Kotbah

Kotbah Ekspositori atau Eksposisi?

Wednesday, 31 October 2012 07:25 Daniel Ronda

Ketika saya mulai masuk sekolah teologi, saya selalu diberitahu baik teman-teman, kakak tingkat, bahkan dosen Homiletika saya bahwa kotbah yang Alkitabiah itu adalah kotbah Ekspositori. Saya sendiri awalnya tidak mengerti apa itu ekspositori, namun setelah belajar sedikit lalu saya fahami sebagai bentuk kotbah, dari antara bentuk kotbah lain seperti kotbah tekstual, kotbah topikal, dan kotbah naratif. Akibatnya saya mulai menganggap kotbah selain kotbah ekspositori itu salah. Itu karena saya terfokus kepada bentuk, di mana seorang pengkotbah fokus kepada satu paragraf atau bagian teks dan kemudian mengeksposnya keluar dalam bentuk poin-poin kotbah.

Read more...
 

Perbedaaan Komunikasi dan Kotbah

Sunday, 04 March 2012 16:14 Akmal

Oleh Daniel Ronda

Great Preachers are good communicators, but good communicators are not necessarily great preachers – Pengkotbah besar adalah komunikator yang baik, tetapi komunikator yang baik belum tentu pengkotbah besar (Crawford Lorrits)

Apakah penting belajar komunikasi dalam kotbah? Seberapa beda antara komunikasi dan kotbah?  Pertanyaan ini banyak diajukan mahasiswa saya dan orang-orang yang mau terlibat dalam pelayanan kotbah. Harus dicatat bahwa bagi pengkotbah perlu belajar komunikasi dengan lebih intens, karena kajian ilmiah komunikasi terbukti sangat menolong seseorang menjadi efektif dalam berbicara, baik secara hubungan antar pribadi (interpersonal relationship) dan berbicara di depan publik. Teori komunikasi sendiri merupakan keahlian yang harus dipelajari dan diperdalam dalam kehidupan intelektual seorang pengkotbah.

Read more...
 

Kotbah Bukan Satu-Satunya

Sunday, 04 March 2012 16:13 Akmal

Oleh Daniel Ronda

Saya sering diminta berkotbah di berbagai gereja dan suatu kehormatan bisa berbagi firman  Tuhan dari berbagai tradisi gereja yang berbeda. Sebut saja dari tradisi Protestan (mainline), Injili, Pentakosta, dan sampai Kharismatik serta aliran independen lainnya.

Suatu ketika, ketika diundang kotbah di sebuah gereja, saya bertanya mengapa mengundang saya. Jawabannya adalah bahwa gereja kami memerlukan variasi dan penyegaran. Jadi perlu ada suara baru dari fihak luar atau eksternal agar tidak monoton. Ini jawaban klasik, karena di seringkali saya mendengar jawaban ini dari mereka yang suka mengundang pengkotbah luar.

Read more...
 

Teologi Berkotbah

Sunday, 04 March 2012 16:11 Akmal

Oleh Daniel Ronda

Di samping mencintai firman Tuhan, maka seorang pengkotbah yang berhasil dan efektif juga sangat bergantung atas keyakinannya akan berkotbah terutama teologi berkotbahnya. Banyak pengkotbah saat ini mungkin belum terlalu memiliki keyakinan yang kokoh tentang mengapa dan untuk apa dia berkotbah. Tidak heran bila banyak pengkotbah tidak lebih dari seorang motivator, pembicara soal-soal kekinian tanpa fondasi yang kuat di mana fokus kepada supaya jemaat merasa enak dan nyaman (feelings good). Kotbah seperti ini populer, tetapi tidak memiliki kekuatan yang kokoh dalam kehidupan jemaat. Tuhan  mengingatkan tentang bahayanya fondasi pasir dan perlunya fondasi batu yang dibangun seseorang dalam Matius 7. Jangan-jangan andil seorang pengkotbah lebih banyak membangun fondasi pasir dibandingkan dengan fondasi batu.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Events

mengundang

agenda

Twitter


Ads on: Special HTML

Statistik Pengunjung

221426

Alamat

Dr. Daniel Ronda
Jl. Jambrut No. 24 (Kramat VIII)
Kel. Kenari, Kec. Senen
Jakarta Pusat, 10430

Follow me on:

facebook-icon Facebook
twitter-icon Twitter
skype-icon Skype (danielronda67)

Disclaimer

Untuk penggunaan materi di website ini, mohon izin ke penulis via email dan sms HP