Sejarah Gereja Indonesia (Catatan Kuliah)

Monday, 05 November 2012 04:02 Daniel Ronda
Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

SEJARAH GEREJA INDONESIA (Materi Garis Besar Kuliah by Daniel Ronda)

METODE BELAJAR SEJARAH GEREJA

1. Sejarah gereja bukan berbicara atau menulis soal data obyektif saja.

2. Sejarah gereja adalah ilmu yang memberikan penilaian terhadap gereja dalam konteks sejarahnya.

3. Ilmu ini memiliki fungsi "teologis kritis" (van den End, 4).

4. Obyek sejarah:

a. Siapa? Si perintis/pekabar Injil

b. Tetapi perlu ditambah bagaimana respons dari penerima Injil:

1) Ibadah

2) Doktrin gereja yang termodifikasi oleh konteks

3) Iman sehari-hari dalam konteks budayanya

4) Perkembangan organisasi

c. Cara Firman Tuhan disampaikan yaitu dengan metode apa saja. Setiap gereja/organisasi punya keunikan dan cara masing-masing.

d. Perlu mengenal latar belakang misi/organisasi yang membawa Injil ke Indonesia. Misalnya, apa latar belakang misi C&MA (yang menjadi Gereja Kemah Injil Indonesia). Setiap organisasi/denominasi punya corak tersendiri yang dibawa ke Indonesia. Biasanya tradisi induk gereja/organisasi mempengaruhi gereja baru di Indonesia.

e. Faktor eksternal: agama di sekitarnya, budaya dan adat istiadat, serta susunan masyarakat, dan juga modernisasi.

5. Bagaimana menentukan titik permulaan sejarah gereja (dalam konteks ini di Indonesia)?

a. Adanya pelayanan baptisan pertama kepada orang setempat (van den End, 9). Inilah bibit gereja.

b. Tidak perlu menunggu berdirinya sebuah gereja.

c. Atau tidak perlu berfokus kepada tanggal masuknya seorang penginjil, atau terbentuknya sinode.

d. Jadi gereja di Indonesia dianggap dimulai pada abad ke 16 .

6. Bagaimana belajar sejarah gereja Indonesia:

a. Perlu belajar sejarah masuknya Katolik Roma oleh Portugis

b. Metode periodisasi:

1) 1522-1800: negara yang berperan dalam perluasan misi dan tidak terlibatnya orang nasional.

2) 1800- sekarang: meluasnya misi, terlibatnya orang nasional, dan munculnya kesadaran politik di antara orang Kristen (van den End, 11-2).

 

KONTEKS MASYARAKAT INDONESIA PADA ABAD KE-16

1. Indonesia adalah termasuk daerah penting dalam perdagangan dunia karena hasil rempah-rempahnya.

2. Agama asli masyarakat Indonesia dapat disimpulkan sebagai "agama suku" (van den End, 13).

a. Setiap suku memiliki agama masing-masing.

b. Tetapi coraknya sama yaitu terikat pada suku tersebut, dan tak bisa dipisahkan dari adat/budaya suku tersebut, dewa hanya untuk suku tersebut, dan memiliki mitos tersendiri.

c. Hidup dalam dunia spiritisme.

d. Tata masyarakat yang kolektivisme.

3. Kedatangan agama Hindu, Buddha dan Islam:

a. Indonesia (Maluku) dikenal dengan rempah-rempah. Para pedagang membawanya ke Jawa dan Sumatera dan diekspor ke India, sehingga terjadi mata rantai perdagangan yang luas dan besar pada waktu itu.

b. Muncul kerajaan besar seperti Sriwijaya, Majapahit, Pajajaran dan juga muncul kerajaan-kerajaan kecil.

c. Agama Hindu dan Buddha sejak abad ke-7 datang ke Indonesia melalui perdagangan. Di Sumatera berkembang agama Buddha dan di Jawa berkembang agama Hindu.

d. Agama Hindu tidak mengubah agama suku, malah terjadi saling memperkaya agama setempat, sehingga Hindu yang ada di Indonesia tidak sama dengan Hindu yang ada di India.

e. Agama Islam juga datang lewat jalur perdagangan pada abad ke 13:

1) Perdagangan dan penyiaran Islam lewat kota pelabuhan-pelabuhan.

2) Pernikahan dengan puteri bangsawan setempat (van den End, 20).

3) Raja-raja yang menerima Islam meneruskan pengislaman ke pedalaman..

4) Daerah yang telah Islam adalah Aceh, Malaya, Sumatera, Jawa dan Maluku. Jadi Islam sudah menjadi agama di tempat strategis wilayah Indonesia bagian Barat.

 

KEDATANGAN BANGSA PORTUGIS KE INDONESIA

1. Portugis adalah bangsa Eropa yang mulai berekspansi dalam perdagangan rempah-rempah dan ingin sendiri mendapatkan rempah-rempah. Ini didorong dari ketergantungan dengan Turki dan bangsa Arab lainnya, karena pengalaman mereka dijajah orang Arab dan Berber (Afrika Utara) yang umumnya bergama Islam.

2. Tahun 1511 Portugis menguasai Malaka dan terus menjelajah ke Jawa dan Maluku.

3. Tujuan ekspansi meliputi tiga hal: "GOD, GOLD, GLORY"

4. "God" artinya mereka pergi ke luar ingin membawa dan menyiarkan agama Katolik kepada daerah yang didudukinya atau tempat di mana mereka berpijak. Paus mendorong raja untuk meluaskan kerajaan dengan janji bahwa di mana daerah diduduki, maka itu menjadi hak mereka. Dengan demikian raja mengutus dan membiayai misi Katolik. Ini disebut dengan sistem "padroado" yaitu raja adalah tuan dan pelindung gereja.

5. "Gold" artinya mereka pergi ke luar mencari kekayaan dengan berdagang yaitu alasan ekonomi.

6. "Glory" adalah kemuliaan bangsa Portugis dan kerajaannya dari segi politis dengan melemahkan kekuatan Turki dan bangsa-bangsa yang pernah menjajahnya.

7. Paus membagi dua daerah ekspansi yaitu Amerika untuk Spanyo; dan Asia untuk Portugis. Pembagian ini berdasarkan jalur laut yang berbeda. Spanyol lewat "belakang" yaitu Atlantik sehingga bertemu Amerika dan akhirnya pernah kesasar ke Filipina (Filipina jajahan Spanyol). Sedangkan Portugis lewat jalur selatan benua Afrika dan masuk India.

8. Perbedaan jajahan Spanyol dan Portugis (van den End, 30):

a. Spanyol:

1) Menjajah seluruh daerah yang ditemukan (Amerika Tengah dan Filipina).

2) Agama yang ditemui adalah agama suku sehingga para misionaris lebih mudah mengkristenkan mereka semua.

3) Jadi jajahan Spanyol umumnya semua berhasil berpindah ke agama Katolik. Contohnya orang Filipina merasa dirinya identik dengan Katolik.

b. Portugis:

1) Mendirikan benteng dan menjajah daerah di sekitar benteng dengan skop yang kecil.

2) Mereka masuk di mana sudah ada agama Hindu, Buddha, dan Islam di mana tidak mudah mengubah agama mereka.

9. Portugis ingin memonopoli perdagangan dengan cara menguasai lautan. Mereka mengembangkan konsep perang terhadap lawan dagang, yang terutama lawan mereka adalah pedagang Islam.

10. Tahun 1511 Portugis telah berhasil menguasai Malaka dan tahun 1522 berhasil membangun benteng di Ternate.

11. Tiga pusat kekuasaan Portugis di Asia: Doa di India, Malaka, dan Ternate. Ternate inilah yang menjadi pangkalan militer sekaligus pangkalan misi di Indonesia Timur. Ingat pada waktu itu Ternate telah diislamkan, sehingga seringkali terjadi perang antara Ternate dan Portugis.

12. Dipilihnya Maluku menjadi pusat militer dan dagang, karena di samping faktor rempah-rempah, juga kegagalan Portugis menguasai tanah Jawa baik itu di Sunda Kelapa dan Kerajaan Pajajaran.

13. Portugis mendapat tempat sekutu dengan kerajaan yang ada di Halmahera. Karena pada zaman itu politik dan agama sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, maka semua daerah itu beralih ke agama Kristen.

14. Tahun 1600-an kerajaan Ternate mulai membesar dan mengalahkan Portugis, apalagi kemudian Belanda datang dan berhasil mengusir Portugis. Sehingga Portugis berpindah ke NTT dan Timor Loro Sae (dulu Timor Timur).

15. Kesimpulan:

a. Kedatangan Portugis ke Indonesia adalah terutama soal perdagangan.

b. Katolik Roma yang lebih dahulu dibawa oleh Portugis ke Indonesia.

c. Metode PI adalah dibawa oleh negara dengan cara pendekatan kekuasaan, sikap paternalistis, dan pada saat yang sama ekonomi dan politis yang didahulukan dalam usaha misi. Kelihatannya cara seperti ini gagal mencapai maksud misi.

 

MISI KATOLIK DI MALUKU SAMPAI TAHUN 1540-AN

1. Kurang lebih tahun 1500-an Maluku telah diislamkan sehingga muncul kerajaan Islam yang terkenal yaitu Ternate, Tidore, Bacan, Jailolo. Namun yang paling sukses adalah kerajaan Ternate yang berhasil mengembangkan jajahan dan mengislamkan Maluku Utara dan juga di Selatan.

2. Tahun 1522 Portugis berhasil membangun benteng di Ternate atas undangan sultan Ternate.

3. Hubungan Portugis dan Ternate adalah hubungan benci dan rindu. Di satu segi Ternate diuntungkan secara dagang karena bisa berdagang dengan Portugis secara istimewa dan tidak dinikmati oleh kerajaan lain. Namun Ternate seringkali marah dan kecewa karena Portugis dengsn misinya berhasil mengkristenkan daerah/kerajaan kecil yang secara politis bisa merupakan ancaman bagi eksistensi Ternate. Begitu pula kelakuan moral orang Portugis yang rendah mengakibatkan kejengkelan orang Ternate.

4. Usaha penginjilan pertama dilakukan oleh seorang awam tahun 1533/4 di Mamuya (Halmahera). Orang di daerah ini masih menyembah nenek moyang. Karenanya daerah ini seringkali diserang oleh kerajaan Islam. Dan oleh orang asing ini dianjurkan untuk datang kepada Portugis untuk meminta bantuan. Kepala suku yaitu Kolano Mamuya akhirnya menjadi Kristen dengan nama Don Joao dan juga mengkristenkan daerahnya dibantu oelh imam yaitu Simon Vaz. Mereka dimasukkan ke dalam "Corpus Christianum" yaitu terhisab ke dalam umat Katolik-Portugis. Di sini faktor politik yang menyebabkan mereka menerima ajaran baru.

5. Metode Simon Vaz (rahib Fransiskan):

a. Di tiap kampung yang menerima Kristen dibuat salib besar dan kemungkinan gereja.

b. Imam-imam didatangkan dan misa hanya dijalankan para imam.

c. Yang diajarkan adalah rumusan pokok iman Krsiten, Doa Bapa Kami, Keduabelas Pasal Iman, Salam Maria.

6. Tahun 1536 jemaat-jemaat Kristen dikalahkan oleh kerajaan Jailolo yang dibantu Spanyol. Simon Vaz mati terbunuh, Don Joao tidak mau menyangkal iman, tetapi banyak yang murtad karena penganiayaan.

7. Panglima Antonio Galvao tahun 1536-1540 berhasil memulihkan keadaan di Halmahera dan misi kembali berjalan. Begitu pula banyak tokoh masyarakat Ternate yang menjadi Kristen. Tetapi pengganti Galvao sibuk dengan urusan dagang, sehingga misi menjadi merosot.

8. Tahun 1538 Portugis berhasil mengkristenkan Ambon (Maluku Selatan) di mana Islam juga sudah masuk terlebih dahulu. Karena sukses mengalahkan Islam dari Jawa yang ingin membantu kampung Islam di Ambon untuk mengalahkan kampung yang belum Islam, maka kampung-kampung yang masih menganut agama nenek moyang akhirnya memilih masuk Kristen. Ribuan orang dipabptis baik di Ambon maupun di Halmahera Utara.

9. Kesimpulan:

a. Politik dan dagang yang menentukan maju dan mundurnya pekerjaan misi.

b. Kemunduran misi karena terjadi perang antar kerajaan/kampung yang berkelanjutan.

c. Imam-imam sangat sedikit.

d. Orang Portugis gagal menunjukkan contoh hidup Kristen yang baik.

 

BANGKITNYA KONTRA REFORMASI DALAM HUBUNGAN DENGAN MISI DI ASIA

1. Muncul Kontra Reformasi di Eropa. Kontra Reformasi adalah:

a. Gerakan yang muncul di dalam gereja Katolik yang bermaksud memadamkan gerakan Protestantisme yang dipelopori Marten Luther.

b. Gerakan pembaharuan di dalam Katolik Roma yang menekankan bahwa negara bukan pelayan gereja atau gereja bukan negara, di mana implikasinya kepada misi Kristen. Jadi misi Kristen harus disebarluaskan terlepas dari apakah menguntungkan atau tidak dari segi politik negara.

c. Tahun 1540 Ordo Serikat Yesus didirikan oleh Ignatius de Loyola. Ia seorang tentara yang kemudian mengabdikan dirinya menjadi pahlawan Allah dengan memakai senjata rohani. Jadi dalam ordonya, ia mengembangkan disiplin kerohanian yang dikenal dengan bukunya "Spiritual Exercises".

d. Tujuannya adalah mengumpulkan dan menjadikan seluruh dunia dalam gereja Kristus, yaitu Katolik. Di mana pengikutnya harus mengabarkan Injil kepada orang bukan Kristen, menghancurkan penyesat dalam hal ini Protestan, dan membimbing umat Katolik dalam kerohanian.

2. Akibat gerakan ini muncul para misionaris yang memisahkan diri dari negara, seperti Franciscus Xaverius (Ke Maluku, Jepang, Tiongkok), de Nobili ke India, Matius Ricci ke Tiongkok.

3. Para misionaris ini memiliki beberapa pendekatan:

a. Mereka melakukan kritik terhadap negara dan membela hak-hak orang pribumi.

b. Mereka tidak sekadar membaptis, tetapi dilanjutkan dengan pengajaran agama dan bimbingan sampai dapat merayakan misa.

c. Mereka adalah kelompok yang gigih di ladang misi yang rela mengorbankan nyawa demi kebesaran gereja. Meskipun menghadapi aniaya, hidup miskin, penyakit dan bencana mereka tetap bertahan.

d. Cuma masih juga terjadi keterbatasan yaitu para misionaris ini masih di bawah negara juga dengan sistem padroadonya, baptisan massal karena politik masih berlangsung, pengajaran agama yang kurang masih merupakan kendala yang tidak dapat diatasi.

 

FRANSISKUS XAVERIUS KE MALUKU

1. Fransiskus Xaverius (1506), seorang Spanyol yang menjadi murid pertama Ignatius de Loyola. Datang ke Asia karena mengganti teman yang sakit tahun 1542.

2. Ia tiba di Goa, India. Ia ditugaskan mleyani orang Portugis yang kehidupannya bobrok. Tetapi selama dua tahun ia lebih berfokus kepada orang pribumi di Goa bagian Utara.

3. Kemudian dia berangkat ke Malaka setelah mendengar adanya peluang di Sulawesi Selatan (di mana ia tidak pernah sampai di Sulawesi Selatan). Di Malaka, ia belajar bahasa Melayu dan berangkat ke Maluku. Ia melayani selama 15 bulan (1546-47) yang pelayanannya meliputi Ambon, Ternate, Halmahera.

4. Kemudian dia ke Jepang, dan meninggal ketika berupaya memasuki Tiongkok tahun 1552. Dia dinyatakan sebagai santo (orang kudus) tahun 1622 oleh Gereja Katolik Roma.

5. FX dikenal sebagai orang yang sangat rajin, bersemangat, dan mempunyai strategi misi yang baru:

a. Pendidikan agama yang intensif dengan cara menghafal dan membuatkan syairnya untuk dilagukan. Pendidikan berjalan satu tahun sampai orang-orang menghafall isinya. Pendidikan agama meliputi rumusan pokok iman Kristen, pengakuan iman rasuli, Doa Bapa Kami, Slaam Maria, Ke Sepuluh Firman, dsb.

b. Ia berkeliling desa pada malam hari dan mengajak berdoa (doa Katolik seperti mendoakan orang mati agar melewati api penyucian dan mewartakan pertobatan)

c. Ia bersahabat dengan orang Islam di Ternate

d. Ia mengunjungi daerah Kristen yang lama terlantar yaitu di Halmahera.

e. Di Ambon dia memakai jurubahasa untuk pelayanannya.

f. Ia juga berkeliling dari rumah ke rumah untuk mewartakan pertobatan dan mendoakan orang sakit, dan mengajar orang Kristen untuk berdoa.

g. Ia langsung membaptis orang yang percaya dengan cepatnya. Ia menyadari perlunya bimbingan lanjut, maka dia mengangkat beberapa pengajar dari antara mereka yang paling maju pengetahuannya.

h. Ia minta didatangkan imam-imam untuk melayani ribuan orang yang percaya.

6. Pelayanan FX berlanjut ke Leitimor, Pulau Seram, Saparua, Nusa Laut. Namun pelayanan di sini kurang berhasil.

7. Ia hanya perintis, kemudian meninggalkan Maluku menuju Jepang. Ia sangat dicintai orang di Maluku sehingga orang menangis waktu meninggalkan Malku. Banyak cerita ajaib yang melegendakan FX seperti doa minta hujan di Saparua, salib yang hilang ditemukan dan dikembalikan oleh kepiting besar (Van den End, 51).

 

AKHIR MISI KATOLIK (PORTUGIS) DI INDONESIA (kesimpulan awal)

1. Tahun 1570 kekuasaan Portugis sudah mundur, sehingga mempengaruhi pekerjaan misi Katolik juga.

2. Kejatuhan dimulai dengan dibunuhnya Sultan Hairun di benteng Portugis. Akibatnya adalah orang Kristen dianiaya, ribuan orang murtad. Portugis dibenci, jumlah orang Kristen berkurang, misi tinggal sedikit. Begitu surut kekuasaan