Pentingnya Menulis Bagi Pemimpin (1)

Friday, 13 January 2017 07:23 Daniel Ronda
Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Oleh Daniel Rondahand_writing_book_man_7986_1600x1200

Menulis itu gampang-gampang susah, tetapi kalau mau jadi pemimpin harus memahami ini, bahwa yang menjadi inti dari keberhasian komunikasi seorang pemimpin adalah menulis, di samping bentuk komunikasi yang lain. Dalam zaman digital ini, maka kemampuan menulis menjadi suatu keniscayaan bagi pemimpin. Media menulis itu bukan hanya buku atau koran atau majalah saja, tetapi sudah banyak media yang bisa dipakai mengekspresikan tulisan seperti media sosial dan blog yang tersedia secara gratis maupun berbayar.

Cuma banyak pemimpin yang takut menulis karena merasa tidak mampu, tidak pandai menuangkan kata-kata yang indah dan terstruktur baik, bahkan takut diejek karena tulisan tidak berkualitas. Saya rasa ketakutan itu harus dihilangkan jika ingin menjadi pemimpin efektif. Tidak perlu sebuah tulisan hebat dan bagus. Tulisan yang apa adanya dengan menyampaikan gagasan itu sudah banyak mendapat respons dan dampak. Percayalah!

Ada beberapa alasan mengapa menulis penting bagi pemimpin:

Pertama, kepemimpinan dapat dipertahankan lewat menulis. Bahkan bukan hanya itu, dengan menulis pengaruh seorang pemimpin semakin besar. Jika biasanya pemimpin hanya pandai berpidato atau berkhotbah dengan pendengar terbatas, maka menulis menyebabkan ide dan pengaruh itu menjadi meluas. Lihat banyak pembicara yang diundang karena reputasi menulisnya baik dalam tulisan buku, koran, majalah dan blog yang dibuatnya.

Kedua, menulis adalah berbagi pengetahuan di mana zaman ini adalah era berbagi. Di samping buku, kebanyakan pemimpin masa kini dapat pengetahuan dari media sosial dan tulisan dalam internet sehingga dunia digital telah memberi banyak kepada pemimpin. Tidak ada salahnya pemimpin juga berkontribusi dengan menuliskan pikirannya di dunia digital bahkan berharap kemudian tulisannya menjadi buku. Ini memberikan kontribusi bagi bidang ilmu yang ditekuninya. Jangan pelit berbagi ide dan tulisan karena berbagi berarti pemimpin menjadi bagian dalam komunitas dunia digital tanpa batas dan saat yang sama sang pemimpin memberikan banyak pengaruh kepada orang di sekitarnya.

Ketiga, menulis memberikan motivasi kepada orang lain. Tulisan bukan hanya berbagi pengetahuan tetapi saat yang sama dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi orang lain. Rasanya senang mendapat respons pembaca jika mereka diberkati dengan tulisan. Harapan yang hidup kembali dan orang menjadi bersemangat kembali itu bisa lewat tulisan. Berarti betapa hebatnya tulisan dapat menggerakkan seseorang. Jadi jangan anggap remeh sebuah tulisan-tulisan yang dituangkan dalam rangkaian kalimat. Dia bukan kata-kata mati, tetapi rangkaian kata yang hidup sehingga memotivasi orang lain.

Keempat, menulis membuat pemimpin dapat dimengerti maksud dan arah kepemimpinannya. Bahkan lewat menulis, tidak ada salah paham akan makna yang dimaksudkan dalam menjelaskan tujuan kepemimpinannya. Lebih dari itu pemimpin yang suka menulis, sewaktu dia berkomunikasi secara oral yaitu berbicara di depan umum dapat lebih terstruktur cara penyampaiannya, bahasanya kaya akan kosa kata yang bervariasi dan kebaharuan dalam menyampaikan ide. Itu membuat pemimpin semakin menunjukkan pengaruhnya.

Jadi apa lagi yang ditunggu, belajar menulis sudah harus dimulai dari sekarang. Jari-jari ini jangan dibiarkan menganggur. Sampai di sini dulu, selanjutnya dibahas lagi soal berbagai cara menulis bagi pemimpin pemula (DR).

Last Updated on Friday, 13 January 2017 07:34

Events

mengundang

agenda

Twitter


Ads on: Special HTML

Statistik Pengunjung

221426

Alamat

Dr. Daniel Ronda
Jl. Jambrut No. 24 (Kramat VIII)
Kel. Kenari, Kec. Senen
Jakarta Pusat, 10430

Follow me on:

facebook-icon Facebook
twitter-icon Twitter
skype-icon Skype (danielronda67)

Disclaimer

Untuk penggunaan materi di website ini, mohon izin ke penulis via email dan sms HP