Belajar Kepemimpinan (1): Menghadapi “Haters”

Thursday, 03 March 2016 04:48 Daniel Ronda
Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Oleh Daniel Ronda4-cara-bijak-menghadapi-haters

Ada istilah baru dalam media sosial untuk orang yang suka menyerang status-status seseorang lewat kritik bahkan hinaan. Namanya adalah haters alias pembenci! Disebut haters karena memang media sosial adalah dunia yang bebas beropini, mengeluarkan pendapat dan bebas menyatakan apa yang disukainya termasuk menyerang seseorang. Lagipula haters bisa menyembunyikan identitas sehingga bebas bicara.

Bagaimana jika pemimpin yang menghadapinya?

Haters bukan barang baru dalam dunia kepemimpinan. Sejak dulu pemimpin sudah dikritik, diserang bahkan dihina dan diturunkan. Itu adalah harga seorang pemimpin. Dia harus siap menghadapi berbagai kritik baik yang terbuka maupun yang diam-diam atau dijadikan gosip. Ada satu nasihat bijak, jika tidak mau dikritik ya jangan jadi pemimpin. Siapkan diri dan mental yang kuat hadapi semua kritik dan celaan. Walaupun seringkali cercaan dan gosip yang beredar itu adalah fitnah.

Cara menghadapi kritik ada berbagai ragam: pertama, dihadapi dengan prinsip “Gitu aja kok repot?!” Ini istilah dari Gus Dur yang cuek dan santai atas berbagai kritik yang ditujukan kepadanya. Ini adalah sikap yang santai terhadap kritik dan tidak terlalu ambil pusing. Sikap ini ada baiknya karena bisa terbebas dari stres dan ketegangan yang tiada habisnya karena kritik itu tidak akan pernah berhenti. Dia akan datang bertubi-tubi. Cuma sikap seperti ini tidak akan efektif karena biasanya dalam kritik ada jeritan hati dan ada unsur kebenarannya, sehingga kalau tidak diperhatikan pemimpin akan kehilangan kesempatan mendapatkan masukan untuk perbaikan diri dan programnya.

Kedua, ada gaya sensitif, di mana setiap kritik harus ditanggapi dan dihadapi dengan serius. Ini gaya Bapak SBY (mantan presiden RI) dalam menghadapi kritik. Banyak yang menyebutnya sebagai orang yang sangat sensitif atas kritik. Figur seperti ini adalah orang perfeksionis dan sangat peka bila dicela. Dia akan bereaksi dengan berbagai cara defensif dan bahkan ada pemimpin yang akan melakukan somasi untuk yang memfitnahnya. Kelemahan gaya ini adalah tentu membuat pemimpin lelah secara mental secara terus menerus. Jika tidak kuat bisa terjadi depresi karena merasa disalahkan dan gagal memperbaiki. Cuma kelebihannya adalah semua masukan mendapatkan perhatian sehingga dapat diselesaikan dengan baik.

Ketiga, gaya ideal yaitu hadapi kritik dengan santai tapi serius. Artinya, pemimpin memilah mana gosip dan fitnah dan mana yang benar ada kebenarannya sehingga patut diresponi. Ini membutuhkan sikap rendah hati dan keterbukaan menerima fakta bahwa bahasa kritikan itu tidak sopan, penuh kata-kata sarkastik, tidak beretika, penuh hasutan dan tidak ada kesantunan di dalamnya. Sulit memilah isi yang baik ketika disampaikan dengan kalimat-kalimat sadis yang sangat merendahkan. Dibutuhkan sikap santai dan dewasa untuk terbiasa melihat kata hujatan, makian yang tidak ada batasnya. Tidak mungkin hati tidak tersayat melihat kalimat yang betul-betul mengaduk-aduk emosi. Tapi dengan latihan-latihan serta melihat bagaimana para pemimpin negeri ini dicela tiap hari, pemimpin akan bisa berkata: “Orang selevel Ahok dan Jokowi dimaki tiap hari aja santai, kok saya tidak bisa?” Jadi ada banyak pemimpin hebat di atas kita yang sudah tiap hari makan hujatan para haters tapi tetap tegar dan hidup serta bisa menjalani kehidupan dengan baik. Contoh itu menyemangati pemimpin untuk tetap serius dengan masukan tapi santai terhadap kritik dan cercaan. Masyarakat sudah memahami bahwa fitnah dan gosip yang disertai makian dari para haters tidak akan pernah meruntuhkan pemimpin yang punya integritas, keluhuran dan kerja keras. (DR)

Last Updated on Thursday, 03 March 2016 04:48

Events

mengundang

agenda

Twitter


Ads on: Special HTML

Statistik Pengunjung

221425

Alamat

Dr. Daniel Ronda
Jl. Jambrut No. 24 (Kramat VIII)
Kel. Kenari, Kec. Senen
Jakarta Pusat, 10430

Follow me on:

facebook-icon Facebook
twitter-icon Twitter
skype-icon Skype (danielronda67)

Disclaimer

Untuk penggunaan materi di website ini, mohon izin ke penulis via email dan sms HP