Artikel / Materi Kuliah

Seri Khotbah yang Hebat: Doa Mohon Iluminasi Roh Kudus

Tuesday, 11 November 2014 02:03 Daniel Ronda
Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Khotbah yang Hebat: Doa Mohon Iluminasi Roh Kudus (23)

holy_spiritSeringkali ketika jemaat mempertanyakan mengapa dirinya tidak mengerti sebuah khotbah, pikiran saya langsung kepada masalah metode atau cara berkhotbah yang salah. Cara berpikir saya tidak salah, karena memang metode yang baik memegang peranan penting juga. Namun saya tidak dapat menghilangkan fakta bahwa sekalipun khotbah sudah sangat baik, masih ada jemaat yang anggap khotbah itu tidak masuk akal (make no sense) dan tidak memiliki arti (meaningless). Dari pengalaman ini saya menyadari bahwa khotbah itu sangat bergantung kepada Roh Kudus karena seluruh keberadaan manusia telah rusak.

Last Updated ( Tuesday, 11 November 2014 02:20 ) Read more...
 

Seri Khotbah yang Hebat: Mendengar Khotbah

Monday, 10 November 2014 05:08 Daniel Ronda
Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Khotbah yang Hebat: Mendengar Khotbah (22)

hearSuatu waktu saya ke Korea bersama rombongan hamba Tuhan ke sebuah gereja besar di Seoul yaitu Kwanglim Methodist Church. Gereja ini tentu beraliran Methodist yang menggunakan himne dalam ibadah mereka. Tapi ketika tiba pada saat pengkhotbah naik mimbar saya menemukan keunikan. Jemaat selalu meresponi khotbah dengan mengatakan “amin” setiap kali kalimat selesai diucapkan. Ada semangat dan respons yang terjadi dalam setiap khotbah yang disampaikan. Hal yang sama terjadi juga di berbagai gereja di Korea, termasuk kita saya berkesempatan lagi mengunjungi Onnuri Church di kota Seoul beberapa tahun setelah kunjungan ke Kwanglim Methodist Church. Saya bertanya kepada para hamba Tuhan di sana mengapa mereka selalu meresponi dengan amin atas setiap pengkhotbah mengakhiri kalimat? Tentu jawabannya sederhana, karena jemaat mereka diajar menghormati firman Tuhan dan diajari untuk meresponi dengan kata amin. Sungguh sebuah cara yang sederhana.

Last Updated ( Tuesday, 11 November 2014 01:10 ) Read more...
 

Seri Khotbah yang Hebat: Berkomunikasi dengan Otoritas

Monday, 10 November 2014 04:53 Daniel Ronda
Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Catatan Pendek: Berkomunikasi dengan Otoritas (21)

autorithyDi samping tugas berkhotbah, maka seorang hamba Tuhan juga pasti diminta berbicara sebagai penceramah, menjadi pembicara dalam pelatihan, atau pun memberikan kata sambutan dan berbagai acara yang membuat kita berbicara di depan umum. Apapun itu, kita tidak bisa berdiri di depan publik hanya biasa-biasa saja menyampaikan apa yang perlu disampaikan. Seorang juga harus tahu bagaimana mengkomunikasikannya dengan penuh kuasa. Tidak boleh ada kesan khotbah berbeda dengan ceramah dan pelatihan karena apapun itu kita sedang menyampaikan maksud hati Tuhan walaupun dengan cara yang berbeda.

Chris Wesley dalam artikelnya “How to Communicate Your Message With Authority” di churchleaders.com memberikan beberapa tips berguna bagaimana berkomunikasi dengan kuasa dalam event apapun:

Last Updated ( Tuesday, 11 November 2014 01:10 ) Read more...
 

Seri Khotbah yang Hebat: Evaluasi Khotbah

Tuesday, 04 November 2014 04:27 Daniel Ronda
Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Catatan Pendek DR: Evaluasi Khotbah (20)evaluation

Tadi pagi setelah selesai saya berkhotbah, saya berdiri menyalami jemaat di depan pintu gereja. Seorang ibu tua dengan bertongkat menghentikan langkahnya dan menyalami saya dengan erat dan berkata, “saya suka khotbah pak pendeta, bagus sekali dan enak sekali.” Kemudian ibu itu bergegas sambil tertawa dan saya tersenyum. Memang banyak jemaat yang seperti ini, mereka mengapresiasi hamba Tuhan yang berkhotbah dengan mengucapkan: “terima kasih, khotbah yang baik pastor, atau saya diberkati dengan khotbahnya.” Ucapan itu harus diterima dengan syukur kepada Tuhan, namun belum cukup dan belum berarti apa-apa. Kita tidak boleh puas hanya mendengar pujian atau apresiasi dari jemaat. Jangan senang dulu. Salah satu yang tidak boleh dilupakan adalah melakukan evaluasi setelah kita khotbah. Tujuan melakukan evaluasi adalah karena memang kita berdiri sebagai wakil Tuhan yang sedang mempersembahkan diri kita sebagai alat ditanganNya untuk menyampaikan maksud Tuhan. Itu sebabnya kita harus berdiri sebagai hamba Tuhan yang kudus dan tidak bercacat di hadapanNya, di mana bukan hanya moral saja yang benar tapi bagaimana cara kita menyampaikan maksud hati Tuhan harus benar dan baik. Itu sebabnya kita perlu melakukan evaluasi terhadap khotbah kita.

Apa saja yang harus dievaluasi?

Last Updated ( Tuesday, 11 November 2014 01:13 ) Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Events

mengundang

agenda

Twitter


Ads on: Special HTML

Statistik Pengunjung

221426

Alamat

Dr. Daniel Ronda
Jl. Jambrut No. 24 (Kramat VIII)
Kel. Kenari, Kec. Senen
Jakarta Pusat, 10430

Follow me on:

facebook-icon Facebook
twitter-icon Twitter
skype-icon Skype (danielronda67)

Disclaimer

Untuk penggunaan materi di website ini, mohon izin ke penulis via email dan sms HP