Artikel / Materi Kuliah

Seri Khotbah yang Hebat: Doa Seorang Pengkhotbah

Tuesday, 13 January 2015 04:22 Daniel Ronda
Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Khotbah yang Hebat: Doa Seorang Pengkhotbah (27)prayer-photo

Sudah dipahami bahwa satu hal mutlak yang harus ada dalam persiapan dan penyajian khotbah yaitu doa. Namun tidak semua tahu bagaimana mengekspresikan doa pribadi dalam persiapan menyajikan khotbah. Dr. Timohty Tennent (Rektor dari almamater saya Asbury Theological Seminary) menuliskan “7 Daily Personal Prayer Request” di Seedbed.com, 28 Maret 2014 yang penting bagi para pemimpin rohani. Doa ini tentunya dapat juga diaplikasikan kepada doa seorang pengkhotbah setiap harinya:

Last Updated ( Monday, 06 April 2015 02:14 ) Read more...
 

Seri Khotbah yang Hebat: Pakai Catatan atau Tidak

Tuesday, 16 December 2014 03:02 Daniel Ronda
Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Khotbah yang Hebat: “Pakai Catatan atau Tidak” (26)

Pengkhotbah peNotesmula yang sedang belajar Homiletika sering menanyakan kepada saya apakah khotbah harus ditulis semua atau khotbah itu tanpa catatan? Atau paling tidak dibuat garis besarnya saja lalu khotbah dengan gaya orasi tanpa catatan di mimbar? Memang para pakar homiletika berbeda pandangan soal ini, ada yang mewajibkan harus ditulis paling tidak 90 persen lengkap, tapi ada juga yang menyatakan bahwa khotbah sebaiknya tidak perlu catatan lengkap. Saya mencoba membahas kelebihan dan kekurangan masing-masing pandangan ini dengan catatan bahwa saya tidak pernah mendukung konsep khotbah tanpa persiapan. Karena bisa saja ada anggapan bahwa khotbah bisa dilakukan tanpa catatan itu mudah dan biarkan Roh Kudus bekerja walaupun tidak ada persiapan.

Last Updated ( Monday, 06 April 2015 02:17 ) Read more...
 

Seri Khotbah yang Hebat: Topik tentang Keluarga dan Seks

Wednesday, 10 December 2014 05:09 Daniel Ronda
Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Khotbah yang Hebat: “Topik tentang Keluarga dan Seks (25)” Family-Worship-Background

Khotbah tentang keluarga adalah suatu kewajiban bagi seorang pengkhotbah. Namun ada pertanyaan yang diajukan kepada saya, bolehkah kita sebagai pengkhotbah menceritakan masalah dalam keluarga kita sebagai ilustrasi? Atau ada juga yang mengkhotbahkan masalah yang sensitif yaitu kehidupan seksnya. Bisakah kita menceritakan bahwa sudah tidak melakukan hubungan suami istri karena salah satu pasangan sakit, lalu kita ceritakan bahwa kita mengalami kemenangan dan tidak tergoda walaupun sudah tidak melakukan hubungan pasutri cukup lama?

Pertanyaan di atas adalah salah satu tantangan dalam mengkhotbahkan tema keluarga. Ada beberapa tantangan lainnya: 1) Tantangan pertama adalah bagaimana jemaat merasakan bahwa khotbah tentang keluarga berguna bagi semua jemaat, karena bisa saja ada yang pernikahannya bahagia tapi tidak sedikit yang gagal dalam pernikahan. Secara emosional mereka berpikir bahwa sang pengkhotbah sedang menyinggung dirinya; 2) Tantangan kedua adalah bagaimana menceritakan keluarga kita tanpa jemaat berpikir kita sedang membanggakan keluarga kita. Atau sebaliknya kita mungkin menjadi rendah diri berkhotbah tentang keluarga karena baru menikah, apalagi keluarga kita sedang mengalami berbagai proses tantangan.

Read more...
 

Seri Khotbah yang Hebat: Khotbah Dadakan

Wednesday, 12 November 2014 01:47 Daniel Ronda
Print option in slimbox / lytebox? (info) PDF

Catatan Pendek DR: Khotbah Dadakan (24)

khotbahSewaktu saya diundang berkhotbah di suatu daerah pada waktu Natal, seringkali tanpa terduga gembala yang mengundang meminta saya untuk menyampaikan khotbah syukuran di jemaat secara mendadak. Tradisi ini baik karena di hari Natal barulah keluarga bisa berkumpul dari tanah rantau. Maka biasanya bukan satu keluarga saja yang mengadakan syukuran, tapi bisa jadi empat atau sampai lima keluarga sepanjang hari, dan tiap rumah harus menyampaikan khotbah karena ada ibadahnya. Lalu biasanya gembala dan rombongan majelis atau pengurus jemaat ikut juga dalam safari syukuran itu sehingga mau tidak mau teks khotbah harus berubah dan tidak boleh sama. Bisa dibayangkan kalau lima rumah mengadakan syukuran dalam satu hari, lalu kita menyampaikan lima khotbah yang berbeda. Bagaimana bisa?

Khotbah dadakan selalu dialami siapa saja terutama para gembala. Biasanya dalam tengah minggu ada banyak ibadah yang membutuhkan penyampaian firman Tuhan. Belum lagi ada syukuran, kedukaan, bahkan acara-acara khusus lainnnya. Secara teori homiletika, memang khotbah perlu persiapan yang matang, tapi secara praktika tidak dapat dipungkiri ini tidak dapat dilakukan karena hal-hal insidental dalam jemaat tidak dapat diduga. Maka jika kita mengerti homiletika sebagai “preaching the Word” yaitu memproklamirkan Injil maka sebenarnya tidak salah kita menerima undangan khotbah dadakan ini. Pertanyaannya adalah bagaimana kita menyiapkan khotbah dadakan seperti ini agar efektif?

Last Updated ( Wednesday, 12 November 2014 01:59 ) Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Events

mengundang

agenda

Twitter


Ads on: Special HTML

Statistik Pengunjung

221426

Alamat

Dr. Daniel Ronda
Jl. Jambrut No. 24 (Kramat VIII)
Kel. Kenari, Kec. Senen
Jakarta Pusat, 10430

Follow me on:

facebook-icon Facebook
twitter-icon Twitter
skype-icon Skype (danielronda67)

Disclaimer

Untuk penggunaan materi di website ini, mohon izin ke penulis via email dan sms HP